HEADLINE

Pemkab Lapor KSDA Soal Buaya Waykrui

Pesisir Barat - Menindak lanjuti keluhan warga Pekon Penggawalima Ilir  Kecamatan Waykrui tentang adanya tiga ekor buaya di sungai Waykrui,  yang sempat memangsa hewan ternak warga dialiran sungai tersebut. Pemkab Pesisir Barat telah melaporkannya ke Pusat Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Lampung.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan Dan Kehutanan KPB, Ir. Nurmala Lingga Kesuma, M.P., ketika dikonfirmasi wartawan koran ini, Selasa (18/6), mengatakan pihaknya sudah menerima laporan secara tertulis dari pemilik hewan ternak yang dimangsa buaya itu.

"Laporan tersebut kita jadikan bahan sebagai laporan ke KSDA yang memang menangani satwa liar yang dlindungi. Dan untuk langkah selanjutnya menunggu tindakan dari KSDA, yang jelas masalah buaya tersebut sudah kita laporkan, nantinya apakah buaya tersebut akan ditangkap dan dipindahkan atau seperti apa itu sudah menjadi tanggungjawab KSDA," jelas Lingga.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, Drs. Guntur Panjaitan mengatakan, adanya buaya tersebut memang menjadi salah satu potensi yang luar biasa, yaitu sebagai lokasi pariwisata, namun harus dilihat terlebih dulu populasi buaya di sungai tersebut, jika akan berdampak fatal khususnya merugikan masyarakat tentunya akan menjadi bahan pertimbangan. "Keberadaan buaya tersebut juga masih simpang siur, sehingga perlu adanya kepastian berapa jumlah dan keberadaannya, dan kalo bisa ada dokumentasi gambar buaya yang ada di sungai tersebut. Dan berbicara keberadaannya, dari segi hiburan memang iya, tapi jika meresahkan warga terlebih mengancam keselamatan warga disana buaya tersebut harus ditangkap," terang Guntur.

Guntur menjelaskan, pihaknya akan segera turun ke lokasi, memantau keberadaan buaya yang ada di sungai tersebut. Sehingga nantinya jika benar-benar layak dikelola menjadi objek wisata tentunya akan ditindaklanjuti. "Bahkan untuk mendapatkan akurasi data, bisa jadi kita menggelar pertemuan dengan masyarakat setempat guna mengumpulkan keterangan-keterangan terkait keberadaan buaya tersebut," pungkasnya. (nov)

Tidak ada komentar