HEADLINE

Jembatan Waytuok Belum Diperbaiki


Kondisi jembatan di sungai Waytuok yang merupakan jembatan menuju ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan (Diskes) Puskesmas Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Lampung Barat (Lambar) serta Rumah Tahanan Negara (Rutan) Krui, sekolah dan penghubung akses transportasi warga, yang amblas akibat terjangan aliran sungai saat banjir beberapa waktu lalu hingga kini semakin parah. Pasalnya, sejak amblasnya jembatan tersebut terus mengalami pengikisan dan mengkhawatirkan pengguna jalan yang melintas, terlebih tidak adanya pembatas di pinggiran jembatan yang amblas itu, sehingga masyarakat mengharapkan agar kondisi tersebut dapat segera ditangani oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lambar.

Kepala BPBD Lambar, Ir. Okmal, M.Si., ketika dikonfirmasi wartawan koran ini, Selasa (22/1), menjelaskan bahwa pasca bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu banyak menimbulkan kerusakan seperti fasilitas umum, infrastuktur dan lainnya diwilayah pesisir tersebut. Sementara, mengenai harapan masyarakat terkait amblasnya jembatan di jalan lingkar itu untuk segera dibangun memang membutuhkan proses serta prosedur yang ada. Untuk itu diharapkan camat setempat dapat kembali mengajukan permohonan ke BPBD.

“Untuk diprioritaskannya kita belum tahu karena di wilayah Lambar ini terhitung ratusan kerusakan pasca bencana alam beberapa waktu lalu. Yang pastinya pihak BPBD akan tetap mengupayakan sesuai dengan prosedur. Selain itu, diharapkan seperti adanya jembatan yang amblas yang kian mengkhawatirkan diharapkan agar camat setempat dapat mengusulkan dan membuat proposal kembali ke BPBD yang kemudian tim dari BPBD akan segera melakukan peninjauan walupun sebelumnya sudah dilakukan peninjauan. Selain itu juga, Senin(28/1), mendatang rencananya kita bersama tim akan melakukan rapat koordinasi guna pembahasan prioritas kerusakan akibat bencana alam tersebut,” terangnya.

Sementara Camat, Edy Mukhtar, S.P., mengatakan memang kondisi jembatan yang amblas di jalan lingkar yang merupakan jalan alternativitu kondisinya mengkhawatirkan dan terus terkikis sehingga badan jalan hanya bisa di lalui kendaraan roda dua, itu pun pengendara harus ekstra waspada. Untuk itu diharapkan dapat segera di bangun serta di perbaiki, karena jika tidak akan semakin parah.

“Jika pihak BPBD mengharapkan camat kembali mengajukan permohonan terkait amblasnya jembatan tersebut, jelas kita akan segera melakukan permohonan dengan membuat proposal kembali mengenai itu, walupun sebelumnya kita sudah mengajukan secara rinci. Untuk itu diharapkan kedepan kondisi itu dapat segera ditangani karena itu merupakan harapan masyarakat, “ pungkasnya. (nov)

Tidak ada komentar