HEADLINE

Walikota Bantu Korban Kebakaran

Jum'at, 23 September 2011

Bandarlampung, WL - Walikota Bandarlampung, Herman H.N., turut prihatin atas insiden kebakaran di Pasar Tempel, Rajabasa, Bandarlampung, Rabu (21/9) malam. Usai memverifikasi data pemilik kios yang terbakar, walikota memberikan bantuan masing-masing Rp2,5 juta untuk setiap pemilik kios.

"Secara pribadi saya merasa ikut prihatin dengan musibah ini. Namun saya tidak bisa berbuat banyak, karena itu bukan tanah pemerintah. Tapi pemilik kios yang terbakar kita bantu Rp 2,5 juta. Paling lambat besok akan kita berikan," papar Herman usai meninjau lokasi kebakaran, Kamis (22/9). Namun walikota hanya memberikan bantuan itu untuk pedagang yang merupakan warga Bandarlampung. “Pedagang dari luar Bandarlampung, seperti dari Lampung Selatan adalah merupakan kewenangan bupatinya,” ungkap Herman.

Seperti diketahui, kebakaran di Pasar Tempel Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Rabu (21/9) malam,  Sebab api diduga berasal dari kios klontongan di tengah pasar. Tarmidi (38), penjual jam di salah satu kios pasar tersebut, mengatakan sebelum terjadi kebakaran terlihat asap dari kios tersebut. "Tukang sapu pasar yang melihat pertama kali," ungkapnya. Dalam waktu singkat, asap tersebut semakin tebal yang disusul lidah api yang membakar kios. Diduga kebakaran itu akibat korsleting arus listrik, dari sambungan-sambungan kabel ke kios satu ke yang lain.

Karena panik, Tarmidi beserta beberapa pedagang lainnya yang masih ada langsung menyelamatkan barang dagangan masing-masing. Sementara, nyala api dengan cepat menjalar ke kios-kios berbahan papan itu. Sekitar dua jam kemudian, api yang menghanguskan sekitar 50-an kios itu baru dapat diatasi setelah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung mengerahkan tujuh unit kendaraan pemadam kebakaran. Selain itu, satu kendaraan water canon Polresta Bandarlampung juga ikut membantu.

Kasi Tanggap Darurat Evakuasi dan Kebakaran BPBD Kota Bandarlampung, Sutarno, mengatakan faktor yang menyebabkan kebekaran cepat meluas karena bangunan kios pasar dominan dari bahan mudah terbakar. "Juga karena hembusan angin yang kencang," ungkapnya. Dia mengaku, pihaknya terhambat oleh
sempitnya jalan yang padat kendaraan menuju lokasi kebakaran. (lan)

Tidak ada komentar