HEADLINE

Petugas TNBBS Temukan 1 Ha Hutan di Suoh Dirambah

Petugas TNBBS Temukan 1 Ha Hutan di Suoh Dirambah

WARTALAMBAR, SUOH
- Petugas Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) menemukan aktivitas perambahan hutan di Kecamatan Suoh Lampung Barat (Lambar).

Hutan yang dirambah dialihfungsikan menjadi perkebunan kopi.

Informasi tersebut dijelaskan Kepala TNBBS Resort Suoh, Sulki, kepada Waktuindonesia.id (Group Wartalambar), Jumat (30/4/2021)

"Iya, satu hektar hutan TNBBS yang masuk daerah kecamatan suoh itu telah dirambah, kini kami sedang menyelidiki kepunyaan siapa dan dari mana asal perambahnya," jelasnya.

Menurutnya, tindakan Ilegal tersebut berhasil diketahui pihaknya saat Kepolisian Hutan (Polhut) melakukan patroli bersama mitra Wildlife Conservation Society (WCS) di Register 47b zona rimba yang berada di Pekon (Desa) Sukamarga, daerah Batu Ampar Gerbang Mendati Ngambur.

"Kini kami sedang melakukan tindakan penyelidikan untuk mengungakap pelaku perambah hutan yang jelas-jelas melanggar hukum," bebernya.

Lanjut Sulki, hutan yang dirambah lebih kurang satu hektar tersebut telah dialihfungsikan menjadi perkebunan kopi.

"Kami temukan dilapangan hutan itu sebagian telah ditanami kopi dengan umur empat sampai lima bulan, dan modus membuka lahan baru nya pun bertahap tidak secara langsung," katadia.

Terus Sulki, hemat pihaknya, perambahan kayu dilokasi hutan pun terbilang cerdik. Pasalnya, untuk mengelebui petugas Polhut perambah hutan yang masih dalam penyelidikan pihaknya itu menggunakan cara konvensional.

"Mereka menghabisi kayu dihutan itu menggunakan modus tebang beliung menggunakan kampak, sehingga terbilang senyap," imbuhnya.

Sulki menambahkan, apabila identitas pelaku diketahui maka akan ditindak sesuai hukum yang berlaku, "Nantinya akan kita kenakan Undang-undang (UU) Tindak Pidana Kehutanan (TPHUt)," bebernya.

Sementara itu, pihaknya menyayangkan perbuatan perambahan hutan yang berdampak menimbulkan bencana dan mengganggu kestabilan satwa hutan.

"Efeknya perambahan hutan tersebut ialah bisa menyebabkan longsor dan hewan mamalia yang merupakan satwa kunci seperti gajah dan harimau bisa semakin mendekat ke pemukiman warga," pungkasnya. (erw/esa/WLC)

Tidak ada komentar