HEADLINE

Puisi-Puisi Karya Dhewi

Dari redaksi:
Silahkan kirim karya puisi anda ke alamat e-mail riduanhamsyah@gmail.com atau inbox akun fb Riduan Hamsyah. Sertakan biodata. Nama asli penulis. Dan kosakata serta tanda baca yang baik dan benar, bila tidak mengikuti ketentuan ini maka karya tidak akan kami publikasikan..

PUISI PUISI DHEWI


CERITA DI PENGHUJUNG MALAM

Debaran itu semakin terasa nyata
saat raga menyatu dalam cinta
hanya ada kita
yang terlena dalam pusaran maya

Tak pernah kubayangkan
rasaku akan membuncah tak tertahankan
bahkan rindu ini seperti memporak-porandakan seluruh angan
hanya karena satu kecupan di penghujung malam

Sungguh, cinta itu memang indah
meski terkadang membuat hati gelisah
namun aku tak kan berhenti melangkah
selama rindu masih terarah

DI SAAT AKU MERINDUKANMU

Hadirmu memberikan sejuta warna
hingga mega pun tak mampu mengalahkannya
bahkan jika semua ini hanyalah maya
engkau tetaplah yang kucinta

Rasanya masih seperti mimpi
saat kecupmu mendarat di pipi
walau hanya sekali
namun, getarannya sampai di hati

Hmm, ingin sekali kuulang masa itu
dimana jiwamu masih bertumpu padaku
bukan hanya sebagai pengobat rindu
melainkan, pengisi hari-hariku.

Andai saja setia itu ada
mungkin hatimu tak kan mendua
walau bidadari turun dari surga
cintamu tak kan berpaling padanya

Huft, Sayangnya semua itu mustahil
karena nyatanya rindumu tak pernah adil
meskipun jeritku memanggil
rasamu tetap diam dalam gigil

H  A  M  P  A

Sementara kau hanya terdiam
lalu untuk apa api ini aku nyalakan
biarkan saja tetap padam
selama tiada harap yang kau tumbuhkan

Sesungguhnya hatiku telah lelah
berjalan tanpa tahu arah
bila saja waktu bisa mengalah
mungkin senyum ini akan sedikit merekah

Seperti malam yang kehilangan cahaya
itulah yang kurasa pada rindu yang tak mungkin lagi kuraba
andai saja sang bintang memberikan sedikit terangnya
mungkin jiwaku tak kan merasa hampa


H E N I N G

Biarkan saja malam menatapku tajam
asal sapamu tak pernah hilang
atau biarkan saja bulan bintang tetap muram
asal bukan kau yang terdiam

Sesungguhnya hatimu pun tahu
Rindu ini semakin menderu
namun, jika bungkam adalah pilihanmu
maka akan kutunggu sampai sang waktu meluluhkan amarahmu

Andaikan saja hening ini tak tercipta
maka akan kumanja kau dengan cinta
namun, rasanya itu sia-sia belaka
karena di hatimu masih tersimpan bara

RASA YANG SIA SIA

Cinta yang kau sembunyikan
perlahan akan pudar dan menghilang
bukan karena terpaan sang awan
melaikan rasa itu telah lelah karena terabaikan

Mungkin rindu masih sedikit tersisa
namun, kecewa tak kan bisa sirna begitu saja
karena celotehmu bagaikan bara
membakar cinta yang selama ini telah kujaga

Huft, Lelah ini semakin terasa nyata
saat tuturmu menggema di seantero dunia
kau bilang cintaku telah mendua
tapi sesungguhnya rasamulah yang tak setia

Cukup sudah,
aku memang tak seperti dia
yang bisa memujamu tanpa jeda
tapi rasa ini bukan dusta
walaupun dengan ini ku selalu berlinang air mata

Biarkan saja angin ini yang menghiburku
sementara kau berdua menyusun rindu
sesungguhnya akupun tahu
rasaku kini sia-sia untukmu

Dhewie, seorang gadis yang tinggal di sebuah desa kecil di pinggiran Kota Kediri Jawa Timur. Lajang berbintang Virgo ini merupakan alumni SMK PGRI 2 KEDIRI. Ia mempunyai hobby menulis puisi karena menurutnya puisi adalah salah satu wadah di mana ia bisa mengungkapkan segala rasa. Hingga sampai sekarang pun ia selalu berusaha dan terus belajar agar karyanya bisa diterima di kalangan masyarakat dan penikmat sastra.

Tidak ada komentar