HEADLINE

RBM Gelar Pelatihan Industri Rumahan



Salah satu kegiatan Ruang Belajar Masyarakat (RBM) dengan membina berbagai kelompok, seperti kelompok simpan pinjam (SPP) PNPM-MP di Kabupaten Lampung Barat (Lambar), yakni dengan memanfaatkan bahan-bahan yang semula hanya sampah seperti batok kelapa, limbah daun srikaya, rumput teki, dan gulma dijadika lampu hias, kipas, wadah tisu, kotak perhiasan, gantungan kunci, dan tas. Kegiatan tersebut digelar di Wisma Sindalapai.

Diskoperindagsar sebagai liding sektor terkait memiliki misi mencari potensi-potensi bagi kelompok-kelompok dan akan dijadikan industri rumahan (home industry). Hal tersebut dijelaskan Kasi Industri Sumarlin mendampingi Kadis Drs. Zukri Amin, MP, ketika dikonfirmasi Koran Editor, Selasa (16/10).

Menurutnya, bagi peserta yang berpotensi dan mampu mengembangkan bakat tersebut akan diberikan bantuan mesin pengolah. Ditambahkanya, pelatihan itu berlangsung lima hari dan dibina narasumber yang didatangkan dari Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Masih kata dia, hasil indusri tersebut selain akan di jual ke penampung, juga ditampilkan dalam pameran. "Dengan dilatihnya kelompok-kelompok tersebut saya harap dapat menciptakan lapangan kerja bagi para anggotanya serta meningkatkan perekonomian anggota kelompok itu sendiri," jelasnya.

Peserta pelatihan berasal dari Suoh, Balikbukit, dan pesisir.

Salah seorang peserta, Melyanti, mengatakan pihaknya baru pertama kali mengikuti kegiatan tersebut namun diakui pengetahuan yang didapat akan dikembangkan di daerah domisilinya. "Harapannya, akan menciptakan lapangan kerja. Dan limbah yang semula tidak dapat difungsikan dapat bermanfaat," kata dia.

Pembina kegiatan yang sengaja didatangkan dari Lamsel, Samadi, menambahkan dirinya telah melakukan kegiatan sejak setahun lalu dan dikembangkannya di Lambar. Dia mengatakan dirinya akan menampung setiap bahan baku khusus dari tempurung kelapa yang telah dibelah-belah dengan ukuran 3 x 3 2 x 3Cm dan akan dikirm ke Cirebon. (aga)

Tidak ada komentar