HEADLINE

Sementara, 17 Balon Bupati-Wabup Lambar

Balikbukit, WL-Pasca penutupan pendaftaran dan pengembalian berkas penjaringan balon bupati-wabup Lambar 2012-2-17 di sekretariat panitia teknis penjaringan Partai Demokrat (PD), Rabu (29/2), sedikitnya terdapat lima nama bakal meramaikan bursa kandidat orang nomor satu di Kabupaten Konservasi berpenduudk lebih dari 420 ribu jiwa tersebut. Kelima nama dimaksud, masing-masing petahana (incumbent) Drs. H. Mukhlis Basri, M.M., Drs. H. Piterson Syukri, M.Si, H. Fahrurrazi,, S.P., M.M., H. Firman Yani, S.H., dan Drs. H. Juwillir Syam, M.A.

Sementara untuk posisi balon wabup yang sempat terjaring beberapa parpol yang telah melakukan penjaringan, seperti PDIP dengan sejumlah partai pendukungnya, koalisi Partai Golkar (PG)-Partai Persatuan Pembangunan (P3), dan PD, mengemuka beberapa nama. Mereka adalah A. Syarkhoti Toha, S.E., H. Fathurahman, S.H., Yanuar Irawan, S.E., Drs. H. Makmur Azhari, Drs. Jon Edwar, M.Pd., Elti Yunani, S.H., M.Kn., dan Drs. Ja’far Shodiq, M.M.

Lalu, H. Ulul Azmi Soltiansa, S.H. dan Suaidi Damhuri, S.Sos. mendaftar di PAN. Kemudian nama Drs. H. Rusli Rasyid, M.M. yang didukung P3 dalam koalisi PG-P3 juga tercatat. Namun kabar terakhir, posisi Rusli juga belum 100% aman karena ternyata P3 masih mengusulkan alternatif nama lain yang diusulkan Desk Pilkada P3 untuk dibawa pada rapimcab. Artinya bisa saja P3 justru mengusulkan nama lain termasuk dari internalnya. Lalu, H. Sutikno, H. Ulul Azmi Soltiansa, S.H., Drs. H. Makmur Azhari, dan Hj. SW Sundari mendaftar melalui PD. Artinya, jika mencermati statistik di atas, sementara ini perbandingan antara balon bupati:wabup 5:12.

Berdasarkan angka itu pula, balon bupati yang paling banyak calon pendampingnya adalah petahana Mukhlis Basri. Itu jika dilihat pada hasil akhir catatan panitia penjaringan PDIP. Sebab, partai tersebut mampu menarik simpati tujuh balon wabup, dan untuk posisi balon bupati tak satupun kader atau balon atau figur lain yang mendaftar. Bukan hanya di PDIP, di PAN yang hanya berkekuatan empat kursi di dewan, dan PD, Mukhlis juga mendaftar sebagai balon bupati.

Ini artinya, yang bersangkutan berpeluang diusung partai-partai dan atau koalisi beberapa partai tersebut. Itu sangat bergantung pada dinamika partai dimaksud di masa mendatang. Balon bupati lain, seperti Juwillir, Piterson, Fahrurrazi, dan Firman Yani, kansnya tetap sama meski mereka tak ikut mendaftar di PDIP. Piterson, misalnya, ia digaransi PG yang berkoalisi dengan P3. Piterson juga mendaftar balon bupati di PD meski informasi terakhir diketahui dia ternyata tidak mengembalikan berkas.

Sementara Fahrurrazi yang mendaftar balon bupati di PAN dan PD, hasil konfirmasi terakhir telah melengkapi dan mengembalikan berkasnya di kedua partai tersebut. Demikian juga dengan Juwillir, meski mengambil berkas di PAN dan PD, namun hanya mengembalikan berkasnya di PD. Lalu, Firman sangat yakin didukung dan akan diusung PD, yang karenanya dia hanya mendaftar dan mengembalikan berkas di PD yang notabene pernah ia pimpin itu.

Sejauh ini memang baru 17 nama di atas yang terakomodir lewat penjaringan beberapa parpol. Namun jumlah tersebut masih berpeluang bertambah. Sebab, dinamika yang berkembang selama ini masih ada delapan parpol gurem yang bergabung dan telah bersepakat membentuk koalisi. Kabarnya, koalisi yang dimotori Jumakun (PKPB)-Arhap (PNIM) itu, telah ditimang-timang beberapa nama yang tak asing lagi dan kemungkinan besar akan mencalon.

Beberapa nama dimaksud, seperti Wabup Drs. H. Dimyati Amin dan H. Hidayat, S.H. mantan Sekkab Lambar yang kini menjabat kepala Badan Kesbangpol Lampung. “Selain kedua nama itu, bisa saja nama-nama yang sudah mendaftar sebelumnya di parpol atau gabungan parpol lain juga akan ambil bagian. Atau nama lain yang sebelumnya belum mendaftar di PDIP, PAN, dan PD,” ujar Jumakun yang juga ketua koalisi parpol gurem tersebut, seraya menambahkan dalam waktu dekat segera melakukan penjaringan setelah persiapan sekretariat rampung. (aga)

Tidak ada komentar