HEADLINE

HTI Apresiasi Kontingen Batuketulis

Batuketulis, WL - Nuannsa islami terasa kental pada even Karnaval Budaya pada seremoni pembukaan Festival Teluk Stabas (FTS) XIV tahun 2011 Kabupaten Lampug Barat (Lambar). Adalah kontingen dari Kecamatan Batuketulis dengan arak-arakan bendera berwarna-warni bertuliskan lafadz tauhid Laa Illaha Illallah dalam tulisan Arab, yang artinya tiada Illah (Tuhan) yang patut disembah selain Allah). “Ini sangat bermakna dimana pada saat ini berbagai aturan yang telah Allah buat untuk mengatur segala aspek kehidupan sudah banyak yang ditinggalkan, digantikan dengan berbagai produk hukum buatan manusia yang ternyata justru menyengsarakan manusia itu sendiri,” jelas pengurus Hendriyadi, pengurus Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD II Lambar, Rabu (26/10).

Bendera bertuliskan kalimat tauhid yang mengakui bahwasanya tiada yang patut disembah selain Allah, tandas Hendriyadi,  bermakna juga bahwasanya Allah-lah satu-satunya dzat yang patut membuat hukum di muka bumi ini, dimana dengan aturan yang dibuat-Nya manusia patut berhukum. Karena Dia yang menciptkan manusia, alam semesta dan kehidupan, maka pastilah Dia juga tahu apa yang dibutuhkan manusia dalam mengatur kehidupannya dan dalam hubungan manusia dengan alam semesta ini.

Kerusakan moral yang terjadi saat ini di berbagai wilayah negeri ini, ,sambungnya, tidak luput di daerah kita dengan maraknya kasus seks bebas di kalangan pelajar menunjukkan ada masalah dalam pengaturan interaksi manusia dengan lawan jenisnya. Maka sepatunya manusia bertanya apakah sudah sesuai dengan hokum Allah ataukah belum aturan yang diterapkan dalam mengatur interaksi antara manusia lawan jenis, dan juga aturan lainnya dalam mengatur kehidupan ini.

“Karena jika belum maka sudah sepatutnya kita kembali pada hukum-hukum Allah untuk mengatur dalam segala aspek kehidupan kita, dalam politik dan pemerintahan terutamanya. Karena Islam adalah Agama sekaligus Idologi yang sempurna yang telah Allah turunkan untuk mengatur segala bentuk aktivitas manusia dimuka bumi ini.

Dengan monentum FTS dalam rangka mengembalikan warga Lambar pada akar sejarahnya yang sangat dekat dan kental dengan Islam, maka sepatutnyalah kembali pada ajaran Islam secara kaffah (total), tanpa meninggalkan satu bagian dan hanya mengambil sebagian yang lain, karena Islam adalah solusi dari berbagai krisis yang melanda negeri ini. Islam memiliki aturan yang sempurna terkait aktivitas sehari-hari. Islam memiliki aturan yang paling baik dalam pengaturan pergaulan (interaksi dengan sesama manusia), pendidikan, sistem pemerintahan, politik dan lain sebagainya, yang diyakini akan membawa umatya menjadi terbaik. (aga)


Kamis, 27 Oktober 2011
*)

Tidak ada komentar