HEADLINE

Warga Khawatir Kekurangan Air

Belalau, WL - 07 Juli 2011

Warga Pekon Bedudu Kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat (Lambar) merasa khawatir akan dampak perambahan hutan yang diduga dilakukan warga Pekon Bakhu. Hal tersebut diungkapkan, tokoh mayarakat setempat, Mat Sahidi, kepada Warta Lambar, Kamis (7/7).

Menurutnya selama ini sumber air untuk mengairi areal persawahan dari Waylakak, sedangkan saat ini hutan di bagian hulu nyaris habis dirambah.

Jadi jika tetap dibiarkan oknum perambah hutan tersebut tentu akan menggundulkan hutan yang berakibat debit air Waylakak mengecil dan mengakibatkan persawahan di Pemangku Waysemangka Bedudu bakal kekurangan air.

Masih kata Mat Sahidi, warga pekon itu berharap oknum yang melakukan perambahan hutan menghentikan aktivitasnya sebelum aliran Waylakak tersebut benar-benar mengecil. Jika aktivitas tersebut terus dilakukan tidak menutup kemungkinan warga melakukan pengusiran secara paksa.

“Kami akan melakukan pengusiran terhadap perambah tersebut secara paksa,” ungkapnya. Terpisah, Peratin Budiyanto menambahkan dirinya pernah mendengar adanya perambahan hutan tersebut tetapi pihak pekon belum memiliki jalan keluar masalah tersebut.

Tetapi seluruh perangkat pekon, lanjutnya, segera berkoordinasi terlebih dahulu dengan Peratin Bakhu. Karena hutan yang dirambah tersebut berada di wilayah pekon itu. “Jadi saya harapkan warga tetap bersabar,” pungkasnya. (rom)

Tidak ada komentar