HEADLINE

Semarak Wisata Tanjungsetia IV

Pesisir Selatan, WL - 06 Juli 2011

Digelar Sabtu-Minggu (9-10/7)

PENYELEGGARAAN even tahunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat (Lambar), Semarak Wisata Tanjungsetia IV Tahun 2011, bertemakan “Enjoy The Nature and Culture”, Sabtu-Minggu (9-10/7).

Lambar memiliki potensi dan kekayaan alam yang luar biasa keanekaragaman budayanya yang unik serta keramahan masyarakatnya. Sebuah negeri yang subur makmur, sebuah negeri yang diapit Gunung Pesagi, Gunung Seminung, dan Gunung Tanggamus. Masyarakatnya juga hidup rukun dan damai serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan norma-norma kehidupan.

Topografinya juga terdapat lembah, dataran dan ngarai, serta hamparan sawah dan ladang. Sajian nan alami tersebut menyelaraskan keinginan pemerintah setiap tahun menghelat kegiatan bertajuk Semarak Wisata Tanjungsetia.

Tidak hanya mempresentasikan seremoni di ruang-ruang publik, lapangan, pasar modern dan pasar tradisional, mal, sekolah-sekolah, taman-taman kota, dan sebagainya sehingga masyarakat hanya menyikapi sebagai tontonan belaka, Semarak Wisata Tanjungsetia IV tahun ini terkonsep apik dari gagasan-gagasan kreatif dan melibatkan masyarakat secara langsung.

Semarak Wisata Tanjungsetia diharapkan tidak hanya disikapi masyarakat sebagai tontonan belaka, disini masyarakat diharapkan dapat terlibat secara langsung dengan gagasan-gagasan kreatif dan berwawasan kedepan, Intelektualitas tanpa kreatifitas hanya akan membawa suatu bangsa menempati posisi pengekor bukan pelopor.

Perhelatan yang di gelar pada setiap tahun ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Diharapkan dengan keterlibatan masyarakat secara langsung dan dapat tertanam rasa mencintai kekayaan alam dan budaya kita yang sangat kaya dan beragam. berharap pelaku kepariwisataan, masyarakat, olahragawan dan seniman Lambar termotivasi mengejar kualitas tertinggi dari segala bidang.

Sebab hanya dengan itulah Lambar dapat memosisikan diri secara nyata sebagai The Hidden Paradise yang pada gilirannya nanti akan bermetamorfosa menjadi The Real Paradise in the Word yang mampu menyedot perhatian dunia ditandai ramainya kunjungan wisatawan menikmati alam dan budayanya yang beragam dan berkualitas.

Pantai yang berada di Kecamatan Pesisir Selatan, berjarak 52Km dari ibukota Liwa atau sekitar 293Km dari Bandarampung, selain menjadi lokasi surfing bagi wisatawan mancanegara (wisman) dari Australia, Amerika, dan negara Eropa lainnya, juga dikenal sebagai tempat berwisata memancing yang kaya ikan laut mulai tuna hingga blue marlyn.

Juga, sebagai tempat berkemah. Apalagi ada cottage yang representatif bahkan alami lantaran bangunannya menyatu dengan alam. Karena itu, tidak berlebihan pantai jika pantai ini dijuluki mutiara terpendam. Karena deburan ombaknya tidak kalah dengan yang ada di Bali dan Nias. Selain itu, kondisi pasir pantai yang halus putih bak mutiara serta kebersihan pantai masih terjaga.

Wisatawan mancanegara yang berselancar di pantai Tanjungsetia selalu setia berlama-lama tinggal, hanya untuk main selancar. Rata-rata, wisman tinggal selama satu hingga dua minggu. Data tahun 2005, hanya 200 turis asing yang berkunjung ke Tanjungsetia. Namun pada tahun 2008 bertambah mencapai 6.495 orang dan pada tahun 2010 mencapai 9.105 orang.

Semarak Wisata Tanjungsetia IV bukan hanya sekadar melaksanakan perhelatan dan seremoni, namun mengoptimalkan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia Lambar untuk  bahu membahu menyongsong masa depan yang cemerlang. Selain itu juga bertujuan memperkenalkan potensi ombak laut yang mencapai 4-5 meter yang tersaji hingga 300 hari tahun dengan kealamian pantainya yang sejuk serta aman dan nyaman.

Semarak Wisata Tanjungsetia IV merupakan ajang kompetisi selancar untuk kedua kali dan akan diikuti wisatawan mancanegara dan komunitas surfing lokal. (*)

Tidak ada komentar