HEADLINE

PKS : Sarasehan Keluarga


SARASEHAN : Ketua BKPRMI Lambar Ismail, A.Md saat menyampaikan materi pada sarasehan yang digelar DPD PKS Lambar, Minggu (14-8).

Balikbukit, WL - 15 Agustus 2011

Bidang perempuan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Minggu (14/8) bertepatan dengan 14 Ramadhan 1432 H menggelar Sarasehan (Ramah-tamah) keluarga. Itu dilakuakn dalam rangka memperkokoh keluarga yang juga merupakan fondasi utama.

Ketua Bidang Perempuan Nur Laila, S.Kep, mengatakan Sarasehan merupakan fondasi paling kokoh. Sebab itu, sudah menjadi keharusan bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperhatikannya.

“Sebagaimana yang kita ketahui akhir- akhir ini, banyak anak melakukan perbuatan menyimpang yang ternyata dikarenakan kesibukan kita selaku orang tua menjadi salah satu faktor penyebabnya,” tands Nur.

Sementara, Ketua DPD PKS H. M. Iqbal, S.sos, mengatakan kegiatan itu sebagai wujud  kepedulian partai tersebut dalam memperkokoh keluarga. “Harus kita sadari bahwa kita hidup butuh halaman belakang atau keluarga kita,” ujar Iqbal.

Agenda apapun, Lanjut Iqbal, baik partai politik maupun organisasi lain tidak lelah dan putus asa karena keluarga yang ditinggalkan mendukung dan merestui setipap aktivitas. Diharapkan setelah emngikuti acara tersebut mampu mengaplikasikanya dalam keseharian.
Sekadar diketahui, kegiatan tersebut diisi dua pemateri, yakni Kesti Sulatri,S.Pd, selaku ketua Salimah, dan ketua Badan Komunikasi Pemuda & Remaja masjid  (BKPRMI) Ismail,A.Md.

Kesti, menyampaikan meteri dengan tema Mendengar Aktif dan Komunikasi Efektif itu membahas pentingnya mengungkapkan perasaan. Menurutnya, orang tua harus menjadi tempat curhat permasalahan  anaknya untuk memahami perasaan si anak dengan meresponsnya.

Selanjutnya, sambung dia, pentingnya bahasa tubuh. Sebab 90% komunikasi tatap muka ditentukan pesan dari bahasa tubuh. Pentingnya bahasa tubuh mampu menyampaikan yang tak mampu dikatakan anak. Karena bahasa tubuh tidak bisa dibohongi.diajuga mengatakan kunci keluarga harmonis, yakni menyadari bahwa perkawinan  tidak bebas konflik. Karena semakin besar perbedaan semakin besar peluang konflik.

Ismail dalam menyampaikan materinya diawali pemutaran film  kisah seorang anak yang kurang mendapat perhatian dari orang tua sehingga si anak melakukan perbuatan yang menyimpang. Materi yang ia sampaikan berjudul keluarga adalah satu unit orang-orang yang selalu berhubungan biasanya hidup bersama dalam bagian hidup mereka. “Dan bekerja bersama untuk memuaskan kebutuhan mereka dan saling berhubungan untuk memuaskan keinginan (Duvall dan Miller,1985).”

Kegiatan itu dihadiri berbagai organisasi, diantaranya Salimah Lambar, BKPRMI, Bulan Sabit MERAH INDONESIA (BMSI), Dewan Da’wah, Pos Wanita Keadilan, PPNSI, dan Yayasan Citra Insani. Acara ditutup pukul 16.00. (esa) 

Tidak ada komentar