HEADLINE

Kelangkaan BBM Akibat Ulah Preman

Waytenong, WL - 20 Juli 2011

Langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di beberapa SPBU di Lampung Barat (Lambar), disinyalir menjadi ajang bisnis bagi preman. Seperti dibukanya kios-kios amatir atau kios jalan serta banyaknya calo yang menjual dengan harga yang lebih tinggi.

Hal tersebut dijelaskan tokoh masyarakat Pekon Karangagung Kecamatan Waytenong Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Abdurrahman, kepada Warta Lambar, Selasa (19/7). Menurutnya kelangkaan BBM tersebut banyak ditemukan kongkalikong antara pihak SPBU dengan preman.

Pasalnya kendaraan yang mengantre untuk dijual kembali dibiarkan saja. Bahkan hasil antreanya dijual langsung di lokasi SPBU kepada pengecer dengan harga yang lebih tinggi. Sehingga tak ayal apabila para pengecer yang berada di sekitar SPBU menjual BBM seharga Rp 8 ribu/liter-Rp9 ribu/liter.

Ironisnya setelah menjual hasil antreanya kendaraan tersebut kembali mengantre dan tidak dipermasalahkan oleh pihak SPBU. bahkan, terkadang didahulukan mengisi BBM dan tidak menghiraukan kendaraan lain yang telah lama mengantre.

Masih kata Abdurrahman, pengantre yang dianggap menimbun tersebut ternyata didalangi pereman yang diindikasi berkerja sama dengan pihak SPBU. Sehingga siapapun yang melarang pengentre untuk dijual tersebut akan berurusan dengan pereman. “Apakah SPBU itu milik preman,” jelasnya.

Ditambahkanya, selain menjadikan pengantre sebagai kios jalan para preman tersebut kerap menjadi calo dengan menimbun BBM di beberapa tempat lalu menjual dengan harga yang cukup tinggi.

Abdurrahman berharap utamanya kepada pihak keamanan dan pemerintah untuk menertibkan hal tersebut. “Pemerintah jangan diam saja tertibkan SPBU di Lambar. Polisi juga pada kemana,” pungkasnya. (san)

Tidak ada komentar