HEADLINE

BBM Lampung Bagai Emas

Bandarlampung, WL

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium melanda Lampung sejak sepekan terakhir.
Akibatnya, antrean di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tampak mengular.
Sementara pedagang eceran menjual premium dengan harga mencapai Rp8.000 per liter.

Pantauan wartawan koran ini di lapangan, Rabu (22/6), hampir sebagian besar SPBU di Kota Bandarlampung dijejali konsumen yang antre hingga ke jalan.

Sedangkan di beberapa tempat jika sore menjelang, bensin di SPBU mulai kosong, hanya pertamax yang tersisa.
Seperti diutarakan Roni (21), salah satu mahasiswa perguruan tinggi swasta di Lampung yang mengaku harus rela antre panjang untuk mengisi sepeda motornya.

Tak pelak kerugian waktupun mulai terasa, bahkan ia juga harus terlambat masuk kampus hanya untuk antre.

Hal yang wajar tentunya jika harga premium tingkat eceran mencapai Rp8.000/liter.
Bagi warga yang malas berlama-lama mengantre, mereka memang lebih memilih membeli di eceran meski selisih harga hingga dua kali lipat dari harga normal.

Untuk mengatasi BBM jenis premium yang telah berlangsung sepekan ini, Pemerintah Provinsi Lampung meminta penambahan kuota BBM bersubsidi itu ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

“Permintaan itu berdasarkan analisis pemda dan Pertamina akibat tingginya permintaan dibandingkan kuota yang ada selama ini,” tandas Asisten II Setprov Lampung Ir. Hanan A. Razak, Rabu (22/6).

Sehingga menurutnya, analisa permintaan meningkat, sementara kuota tetap berpotensi menimbulkan kelangkaan.

“Hal tersebut memberi peluang adanya permainan pengecer yang menaikan harga bensin," ingatnya. (len)

Tidak ada komentar