HEADLINE

Anjlok, Cabai Dipanen Muda

Balikbukit, WL - 05 Juli 2011

Akibat harga cabai yang anjlok lagi, petani cabai di Kelurahan Waymengaku Kecamatan Balikbukit Kabupaten Lampung Barat (Lambar), memanen dini (mentah) komoditas tersebut. Hal tersebut dijelaskan seorang petani cabai, Junaidi, kepada Warta Lambar, Selasa (5/7).

Menurutnya, tanaman tersebut dipanen hijau (mentah) disebabkan harga komoditas tersebut cenderung berfluktuatif dan anjlok. Sementara harga cabai merah dan cabai hijau sama, Rp4 ribu/Kg. Sedangkan bobot cabai hijau lebih berat daripada cabai merah. “Kalau dipanen merah kita rugi karena harganya sama sedangkan bobotnya lebih berat cabe hijau,” jelasnya.

Ditambahkan Junaidi, murahnya nilai jual komoditas tersebut membuat petani cabai merugi. Pasalnya, modal perawatan tanaman tersebut cukup besar, seperti pembelian pupuk dan pestisida serta perawatan lahan yang harus maksimal.

Masih kata Junaidi, modal perawatan tanaman cabai mampu menghabiskan Rp30 juta/Ha. Junai berharap harga komoditas pertanian, tersebut dapat segera membaik agar petani cabai tidak lagi merugi. “Kalau begini petani cabai rugi terus,” pungkasnya. (san)

Tidak ada komentar