HEADLINE

Disantuni, Korban Tewas di Lokasi TPAS


Terkait jatuhnya korban meninggal dunia, Febriansyah (6) bin Ali Zannur di lokasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah(TPAS) Pekon Balaikencana Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Lampung Barat (Lambar) yang belum diserahterimakan, petugas Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (BLHKP) turun ke lokasi memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) dan santunan kepada keluarga korban.

Kasi Kebersihan, Marzuk, S.IP., mendampingi Kepala BLHKP Samakita Bangun, S.Sos., Kamis (17/1), membenarkan jika di sekitar kolam TPA sampah tersebut sama sekali tidak ada plang larangan mandi. Selain itu juga TPAS tersebut tidak dipagar dan belum ada pengawas resmi. “TPA sampah ini belum diadakan serah terima, dan kami juga tidak tahu apakah akan dibangun pagar atau tidak. Karena pembangunannya adalah bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang bukan merupakan kewenangan kabupaten,” jelasnya.

Menurut Marzuk, setelah dilakukannya serah terima maka dari situ akan diketahui disekita TPA sampah tersebut akan dibangun nya pagar atau hanya cukup dengan tidak adanya pagar. Meski demikian, jika TPA sampah tersebut tidak akan dibangun pagar. Pihaknya akan tetap berupaya agar dibangunnya pagar dan ditugaskannya pengawas yang berfungsi untuk menjaga keamanan sebagai langkah antisipasi kembali jatuhnya korban disekitar lokasi. “Jika nanti sudah dilakukan serah terima dan memang didalam pembangunannya tidak dilakukan pembangunan pagar, maka kita akan berupaya agar TPA sampah tersebut dapat dibangunkan pagar yang mengelilingi lokasi tesebut dan nanti kita akan menetapkan beberapa petugas untuk menjaga keamanan di TPA sampah tersebut karena dengan kejadian ini memang sangat merugikan utamanya keluarga korban,” tandasnya.

“Untuk dibangunnya pagar di lokasi TPA sampah kami sangat menyetujuinya, karena dengan ketidak adaannya pagar pembatas dilokasi tersebut membuat orang-orang tak terkecuali anak-anak bebas masuk ke wilayah itu yang bisa saja mengancam kesematan mereka,” jelas salah seorang warga di pekon itu, Farid. (nov)

Tidak ada komentar