HEADLINE

Petani Mulai Lirik Tanaman Karet

Waytenong, WL-Tanaman karet mulai dilirik masyarakat daratan tinggi seperti Kecamatan Waytenong dan Airhitam Kabupaten Lampung Barat (Lambar), selain karena komoditi tersebut bisa tumbuh subur juga petani menginginkan parietas baru, bahkan terdapat kebun pembibitan karet jenis GT I dan PB 260 milik Parjono Warga Lingkungan Sukamaju Kelurahan Pajarbulan Kecamatan Waytenong.
Biji karet didatangkan dari Sumbawa dan melakukan penyemaian di lahan berukuran 20x20M, penyemaian tersebut bibit karet tersebut berskala besar dan telah di uji coba kecocokan jenisGT I dan PB 260 bisa tumbuh subur di Lambar, bahkan untuk penyemaiannya, para pekerja  di kebun pembibitan cendrung menggunakan tanah merah untuk wadah peyemaian, itu membuktikan bahwa seluruh jenis tanah bisa ditumbuhi pohon karet dengan baik, bahkan cuaca yang tergolong ekstrim tidak membuat bibit-bibit karet yang telah disemai membusuk.
“Untuk jenis GT I dan PB 260 saat berusia lima tahun sudah siap panen dan bisa ditanam dengan system tumpang sari atau hanya sekadar ditanam di pemelang sawah dan disekiling rumah. Tanaman Karet juga cukup menguntungkan dimana petani bias panen setiap hari,  dan harga untuk jenis karet kering mencapai Rp13 ribu/Kg-Rp15 ribu/Kg dan untuk getah karet basah bias dijual dengan harga Rp7.000/Kg-Rp8.000/Kg,” jelas Parjono, Kepada Warta Lambar, Senin (12/3).
Lanjut dia, untuk bibit siap tanam dijual dengan harga Rp4000 batang, harga tersebut cukup terjangkau karena bibit yang diasilkan cukup berkuwalitas serta cocok di tanam pada semua jenis tanah, meski bercuaca dingin sekalipun seperti di daratan tinggi daerah ini.
“Bagi petani yang mempunyai keinginan untuk menanam pohon karet tidak perlu khawatir karena tidak mempunyai lahan kosong, karena  pohon karet juga bias bertumbuh pesat dengan system tumpang sari, ditanam diantara keun kopi,” pungkasnya. (nop)

Tidak ada komentar