HEADLINE

Bendungan Balaibencana Rusak Parah

Krui Selatan, WL - 07 Juli 2011

Bendungan di Pekon Balaikencana Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Lampung Barat (Lambar) mengalami kerusakan yang cukup parah sejak awal 2011 lalu. Padahal puluhan hectare areal persawahan di pekon itu mengantungkan sumber pengairan dari bendungan tersebut.

Demikian dijelaskan Peratin Heri Satriadi Jaya saat dikonfirmasi di kediamannya, Kamis (7/7). Menurutnya bendungan tersebut pernah direhab tahun 2003 lalu, namun sejak saat itu tak pernah lagi ada pemeliharaan meski kerusakannya terus bertambah. “Padahal semestinya sejak dua atau tiga tahun lalu sudah direhab,” ungkap Heri.

Masih kata Heri, pihaknya telah melakukan pembahsan dan mengusulkan hal tersebut melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) April lalu, namun pemkab menyarankan warga bersabar dan belum memastikan realisasinya.

Sekadar diketahui, bendungan tersebut dibangun tahun 1980 dan mampu mengairi areal seluas 125Ha warga Balaikencana termasuk Mandirisejati. Dengan demikian rusaknya bendungan tersebut berakibat hasil panen petani tidak maksimal sebagimana biasanya.

Heri juga mengatakan telah mengusulkan pembangunan bendungan Waymahenai ke pemkab, namun belum bisa dipastikan kapan realisasinya mengingat biaya yang dibutuhkan ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Dia juga mengatakan Bendungan Waymahenai diperkirakan mampu mengairi sawah dari Pekon Kampungjawa Pesisir Tengah hingga Mandirisejati Krui Selatan.

Lanjut dia, sebelum bendungan Waymahenai pemerintah akan membangun jalan terlebih dahulu menuju lokasi. Itu bertujuan agar material yang dibutuhkan saat pembangunan berlangsung dapat lebih mudah didistribusikan. “Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan sebesar Rp700 juta,” pungkas Heri. (nov)

Tidak ada komentar