HEADLINE

Pesibar Gelar Festival Teluk Stabas III Tampilkan 1.001 Bebai Nyuncun Pahagh

1001 Bebai Nyuncun Pahagh pada Festival Teluk Stabas III Tahun 2016 Pesisir Barat Masuk Rekor MURI
PESISIR BARAT – Meski baru seumur jagung, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) Provinsi Lampung bertekad masuk tiga besar nasional sebagai daerah tujuan wisata (DTW), setelah Bali dan Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB).

Itu ditegaskan Bupati DR. Drs. H. Agus Istiqlal, S.H., M.H. pada penjelasan pers di hadapan puluhan wartawan media cetak dan elektronik di ruang rapat kantor bupati yang dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Erlina, S.P., M.H., Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Drs. Gunawan, M.M., Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Audy Marpi, S.Pd., M.M., serta Perwakilan Museum Rekor Indonesia (MURI) Triono, Jumat (15 April 2016).

“Komitmen ini jelas dan sangat terukur. Apalagi bapak Gubernur telah menyampaikan kepada saya akan mendukung penuh pengembangan pariwisata di Krui. Artinya, sektor pariwisata ini harus kita kembangkan sungguh-sunguh dengan tetap memperhatikan kearifan budaya lokal yang sampai sekarang tetap terjaga,” ujar Agus, pria berkacamata yang meniti karier di korp adhyaksa itu.

Karena itu, Agus dalam penjelasannya , mengatakan momentum pariwisata seperti Festival Teluk Stabas mendapat tempat dan porsi yang cukup besar di Bumi Para Sai Batin itu.

Tahun ini, yang penyelenggaraannya selama sepekan, Jumat- Jumat (15-22 April 2016), diawali dengan rangkaian kegiatan spektakuler dan mampu mencatatkan prestasi di Museum Rekor Indonesi (MURI). Seperti diketahui, MURI adalah sebuah lembaga independen yang bergerak dan komitmen dalam pengembangan dan pelestarian budaya di Tanah Air.

Pada momentum bersejarah itu, Pemkab Pesibar melalui Disparekraf setempat menggarap sebuah gawean besar berjudul, “1.001 Bebai Nyuncun Pahagh”.

Pahagh adalah sebuah wadah terbuat dari kuningan berdiameter sekitar 25 centimeter dan berkaki sebagai tempat menempatkan kepala membawanya. Dalam wadah terdapat beberapa perangkat makan lengkap dibawa oleh perempuan (baca: bebai). Pahagh akan keluar pada saat momentum tertentu, seperti hari raya atau rangkaian adat pernikahan.

Masyarakat adat setempat memaknai tradisi ini sebagai sesuatu yang sakral. Karenanya, membawa perangkat lengkap itupun ditaruh di atas kepala. Demikian juga isinya, biasanya penganan yang bagus, seperti daging, ayam, ikan, dan lain sebaginya yang berharga.

Parade 1.001 Bebai Nyuncun Pahagh ini menjadi seremoni rangkaian pembuka Festivat Teluk Stabas III Tahun 2016. Untuk diketahui, Kabupaten Pesibar adalah daerah otonomi baru (DOB) ke-15 di Provinsi Lampung yang resmi berdiri tiga tahun lalu.

“Kegiatan ini masuk rekor MURI. Sebab, nafasnya adalah sebuah pengayaaan dan upaya pelestarian kebudayaan di Tanah Air. Dan MURI hanya akan mendedikasikan dirinya pada hal-hal yang berbau dan berdimensi budaya di Tanah Air. Kami ucapkan selamat kepada Kabupaten Pesibar atas pencatatan 1.001 Bebai Nyuncun Pahagh di Rekor MURI,” pungkas Triono. (wartalambar.com | aga)

Tidak ada komentar