HEADLINE

Korban Hilang Belum Ditemukan


Warga Pekon Rataagung Kecamatan Lemong Kabupaten Lampung Barat (Lambar), rencanannya hari ini Jumat (21/12) akan menggelar shalat gaib, guna memudahkan dalam pencarian, salah satu warga setempat Pramono (45), yang hilang disekitar kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) tepatnya diwilayah Atarkelom disungai Waymanullah, yang sudah memasuki wilayah Kabupaten kaur Provinsi Bengkulu pada Jumat (7/12) lalu, dan hingga kini belum ditemukan.

Dikatakan Peratin setempat, Irwan Farokhi, ketika dikonfirmasi wartawan koran ini, Kamis (20/12), menurutnya, untuk memudahkan dalam melakukan pencarian korban, pihaknya berencana menggelar shalat gaib, bersama masyarakat setempat, dengan harapan korban dapat segera ditemukan, baik dalam keadaan selamat atau meninggal. “Besok kita akan menggelar shalat gaib, mudah-mudahan korban bisa segera ditemukan,” ujar Irwan.

Lanjut dia, hingga saat ini korban memang belum ditemukan meski pencarian telah dilakukan dibeberapa penjuru, yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban. Menurut dia, lokasi hilangnya Pramono diduga kuat disekitar aliran Waymanullah, yang jarak tempuhnya membutuhkan waktu dua jam perjalanan kaki dari jalan raya. 

“Kita sudah melakukan pencarian namun belum ditemukan, meski hilangnya Pramono terjadi pada Jumat (7/12) lalu, namun kita baru menerima laporan dari keluarga korban Kamis (13/12), dan setelah menerima laporan hingga saat ini kita terus melakukan pencarian,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ciri-cirinya berbadan gemuk, berambut ikal, serta mempunyai kebiasaan sendirian saat pergi atau pulang dari kebun, berbagai cara telah dilakukan untuk mencari keberadaan Pramono  dan hingga kini usaha tersebut belum membuahkan hasil. “Meski sulit namun masyarakat akan tetap melakukan pencarian termasuk menggelar yasinan untuk memudahkan pencarian, dan sangat  kuat dugaan jika Pramono terhanyut aliran sungai, mengingat pada saat itu terjadi hujan deras, yang pastinya aliran sungai tersebut juga meluap,” katanya.

Sementara sang istri, Suratmi (35) sejak dua minggu lalu Senin (17/12) lalu, mendatangi Polsek Pesisir Utara, melaporkan menghilangnya Pramono. 

Kapolsek setempat, Iptu M. Samsari, S.H., mendampingi Kapolres Lambar, AKBP Abdul Karim tarigan, S.H., mengatakan pihaknya sudah menerima laporan langsung dari keluarga korban, istrinya yakni Suratmi (35) didamping anaknya Wahyu beserta kerabat korban. 

Menurutnya, berdasarkan penjelasan istri korban, lokasi yang diduga kuat menjadi lokasi hilangnya korban adalah di kawasan TNBBS  yang sudah memasuki Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu, tepatnya di Atarkelom saat menyeberangi Sungai Waymanullah, artinya Tempat Kejadian Perkara(TKP) bukan lagi masuk wilayah hukum polsek setempat.

“Namun demi rasa kemanuasian kita akan berupaya membantu mencari korban, istri korban yang melapor ke Polsek mengharapkan bantuan semua pihak dalam mencari keberadaan Pramono, meski TKP di luar wilayah hukum Polsek Pesisir Utara ini,” ujar Samsari.

Lanjut dia, istri korban mendatangi Polsek bersama anaknya itu, membawa foto korban, selain itu keluarga Pramono juga telah melaporkan hilangnya korban ke kepolisian di Kabupaten Kaur sebagai pemilik wilayah TKP.

“Karena korban adalah warga kita maka sebisa mungkin kita akan membantu melakukan pencarian, termasuk menyebarkan foto yang diserahkan pihak keluarga saat melapor ke Polsek,” tukasnya. (nov)

Tidak ada komentar