HEADLINE

PWI Lampung Gelar UKW XIII

Sekprov Lampung Arinal Junaidi saat membuka Safari Jurnalistik dan UKW XIII di Balai Wartawan Solfian Akhmad Bandar Lampung, Kamis, 21 April 2016 (Foto : aga)
BANDARLAMPUNG - Gubernur Provinsi Lampung M. Ridho Ficardo diwakili Sekprov Arinal Djunaidi menghadiri sekaligus membuka Safari Jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) XIII yang berlangsung di Balai Wartawan H. Solfian Akhmad Bandarlampung, Kamis-Sabtu (21-23/4).

"Pemprov Lampung menyambut baik UKW ini. Ini berarti akan semakin banyak wartawan yang profesional dan kompeten di Lampung. Kepada peserta saya ucapkan selamat mengikuti materi UKW yang disampaikan penguji dengan sungguh-sungguh," ujar Arinal.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Nursila Christyanto dari PT. Nestle, Sekjen PWI Pusat Hendry Ch. Bangun, pemateri dari pusat dan lokal, dan 46 peserta terdiri atas jenjang tiga utama (level pemred, wapemred), tujuh madya (redaktur), dan 30 muda (koresponden/reporter).

Hendry pada pemaparannya, mengatakan wartawan muda lebih banyak berada di lapangan mencari dan mengumpulkan berita-berita straight, sementara wartawan madya semacam manajer mengatur kinerja wartawan muda yang banyak berada di kantor menulis profil.

Sementara wartawan utama memenej pekerjaan wartawan madya dan banyak berada di kantor dan menulis tajuk pada surat kabar atau media cetak, elektronik, dan online.

"Intinya hanya penjenjangan dan pembagian tugas. Tapi tujuannya sebagai satu kesatuan atau rangkaian utuh suatu berita atau media," ujar Bangun.

Bangun juga menjelaskan tentang kartu UKW yang menurut Bangun bisa dicabut ketika oknum wartawan bersangkutan diadukan atau dilaporkan ke Dewan Pers dengan indikasi melanggar kode etik jurnalistik, dan terbukti.

"Bisa dicabut kalau terbukti melanggar kode etik. Apalagi tersangkuut masalah pidana," ujar Bangun saat menjawab pertanyaan peserta.
Nursila dari Netle saat memaparkan materi (foto : aga)

Sementara perwakilan Nestle, Nursila, mengatakan perusahaan yang tahun ini memasuki usia ke-150 tahun, terus mendapat tempat di hati konsumen. Dengan berbagai produknya.

"Jadi, produk Nestle cukup banyak dan bervariasi terdapat di dalam dan luar negeri. Sistem yang kami jalanlan memberdayakan pihak lain. Misalnya susu yang diproduksi peternak di daerah Jawa, kami menampung susunya berapapun banyaknya," katanya.

Ditambahkan Nursila pada proses itu pihaknya juga juga terus melakukan pengawasan dan pendampingan agar kualitas tetap terjaga.(wartalambar.com | aga)

Tidak ada komentar