HEADLINE

Jurtul Tagih Janji Terkait Realisasi Randis


Juru Tulis (Jurtul) yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), tagih janji Pemerintah yang disampaikan Drs. H. Dimyati Amin, saat masih menjabat wabup untuk merealisasikan anggaran Kendaraan Dinas (Randis). Pasalnya Jurtul cukup mengharapkan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Lambar) atau Pemerintah Pusat untuk dapat merealisasikan harapan jurtul untuk mendapatkan anggaran pengadaan randis, untuk lebih memudahkan akses kegiatan di masing-masing pekon yang ada di wilayah Lambar, khususnya di wilayah pesisir.

Demikian dijelaskan Jurtul Pekon Penggawalima Tengah, Kecamatan Karyapenggawa, Dulaimi, ketika dikonfirmasi wartawan koran ini, Kamis (28/2), dengan adanya randis yang diberikan khusus untuk para jurtul terutama yang berstatus PNS, dapat lebih memudahkan dalam menjalankan dan mengurus administrasi dimasing-masing pekon.

“Dari itu kami cukup mengharapkan agar pemkab bisa merealisasikan harapan kami para jurtul untuk memiliki randis khusus jurtul, mengingat tugas seorang jurtul yang menjalankan administrasi pekon setiap harinya,” ungkap Dulaimi.

Dijelaskan Dulaimi, bahwa dari 12 pekon yang ada di Kecamatan Karyapenggawa, ada 4 pekon yang memiliki jurtul berstatus PNS, yaitu Pekon Menyancang, Penggawalima Tengah, Laay, dan Pekon Penggawalima Ulu, ke empat jurtul itu masing-masing tidak memiliki randis khusus. “Sehingga pada saat melakukan tugas rutin dimasing-masing pekon, salah satu kendalanya adalah randis karena terkadang akses ke pemukiman warga lumayan jauh,” katanya.

Masih kata Dulai, bahwa beberapa bulan lalu, saat masih priode kepemimpinan Bupati Drs. H. Mukhlis Basri, M.M., dan Drs. H. Dimyati Amin, dalam sebuah acara mantan wabup itu yang saat itu masih menjabat, memberikan penawaran kepada jurtul yang berstatus PNS bahwa lebih baik menerima bantuan sekolah gratis atau melanjutkan ke perguruan tinggi, atau diberikannya randis.

“Pak Dimyati, yang saat itu sedang menjabat wabup berbicara di depan forum resmi menawarkan kepada para jurtul untuk sekolah atau mendapatkan randis, dan sebagian besar kami lebih memilih mendapatkan randis, meski dijelaskan wabup bahwa akan direalisasikan secara bertahap. Namun hingga saat ini belum terealisasi,” tandas Dulaimi. (nov)

Tidak ada komentar