HEADLINE

Mesum, Dua Siswa SMKN Dinikahkan


Kepala SMKN 1 Pesisir Tengah Kabupaten Lampung Barat (Lambar), menyesalkan perbuatan dua oknum siswanya yang beberapa waktu lalu tertangkap tangan tengah berbuat mesum atau hubungan intim layaknya suami-istri di salah satu gubuk milik warga Pekon Rawas. Akibatnya, kedua tunas bangsa tersebut disanksi berat dikeluarkan dari sekolah.

Dikonfirmasi Senin (26/11), Kepsek Drs. Hatriopar, M.M., menyesalkan perbuatan dua oknum siswanya itu dan mengaku prihatin atas ulah keduanya yang dikeluarkan dari sekolah tersebut. Bukan hanya itu, akibat perbuatan keduanya pihak sekolah tidak bisa melakukan pembelaan “Kami hanya menyayangkan kenapa keduanya bisa seberani itu melakukan perbuatan mesum tersebut. Menurut informasi keduanya dikenal memiliki perilaku baik dan tidak pernah meninggalkan solat lima waktu,” ungkapnya.

Kini pihaknya masih menunggu kedua orangtua siswa tersebut datang ke sekolah, mengingat salah satu siswa bakal menghadapi Ujian Nasional dan namanya telah tercantum sebagai peserta ujian tahun ini. Pihaknya akan berbuat dengan bijaksana mengingat itu menyangkut nasib anak bangsa.

Diketahui sebelumnya sepasang siswa sekolah tersebut tertangkap tangan warga saat melakukan adegan layaknya suami-istri di salah satu gubuk di perkebunan damar Pemangku Sukatani Pekon Rawas, Sabtu (24/11) sekitar pukul 20.30. Keduanya berinisial Nov (18) siswi kelas XII warga Pekon Penengahan Lemong dan ES (17) siswa kelas XI warga Pekon Ulokmanik Pesisir Selatan.

Peratin Rawas Nasib Mulyadi, membenarkan sepasang remaja yang telah melakukan mesum itu merupakan pelajar sekolah yang mengontrak di rumah warga. Kemudian dibawa ke balai pekon untuk melakukan musyawarah kepada pihak keluarga masing-masing agar dapat segera dinikahkan. Karena keduanya sudah melakukan hubungan di luar nikah.

“Kami langsung menghubungi PPN, serta kedua keluarga remaja itu dan setelah menunggu beberapa jam akhirnya salah satu keluarga dari orangtua ES datang, sedangkan orangtua dari Nov tidak datang karena jauh dan hanya menyerahkan sepenuhnya kepada pemilik kontrakan sebagai walinikah anaknya. Malam kejadian itu pun langsung dilakukan prosesi pernikahan sepasang remaja itu,” pungkas Mulyadi. (nov)

1 komentar:

  1. Exist dlu ah, dripda boci pagi2 kan gak enaq? Hehehe

    BalasHapus