HEADLINE

Tradisi Ngejalang Digelar Setiap Hari Raya


Karyapenggawa, WL

Tradisi ngejalang bersama yang dilakukan warga di Pekon Penggawalima Tengah Kecamatan Karyapenggawa Kabupaten Lampung Barat (Lambar) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang dimaksudkan untuk bersyukur atas karunia yang maha kuasa dan mendo'akan para arwah leluhurnya yang biasa disebut ngejalang kuburan ramai dilakukan pada Hari Raya Idul Fitri 1433 H.

Salah seorang warga di pekon itu Ari, ketika dikonfirmasi wartawan koran ini, Jumat (31/8), menjelaskan ngejalang merupakan kegiatan rutin yang selalu digelar setiap tahun pada hari-hari Idul Fitri yang dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi dengan sanak saudara yang pulang kampung atau mudik, selain itu ngejalang merupakan tradisi mendo'akan leluhur dan keluarga yang telah meninggal dunia. Tradisi ngejalang, biasa dilakukan satu keluarga dalam satu komplek pemakaman dengan mempersiapkan berbagai jenis makanan hari raya dibawa menggunakan satu wadah yang juga biasa disebut pahar yang biasanya terbuat dari tembaga kuningan. Setelah dikumpulkan disuatu lapangan atau tempat, kemudian para undangan yang terdiri dari tetua agama dan warga kampung tetangga, yang kemudian bersama-sama berdo'a memohon kepada yang maha kuasa ampunan, keselamatan, dan kesejahteraan hidup. “Tradisi masyarakat pesisir ini, telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu, alhamdulillah tetap terjaga hingga kini,” kata Ari.

Menurut Ari, tradisi ngejalang pada dasarnya berlandaskan ajaran agama, namun telah dipadukan dengan adat budaya setempat dan diwilayah pesisir telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Pada zaman dahulu ngejalang dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi antara marga-marga yang hidup berdampingan di pesisir agar terjalin hubungan yang baik. Namun seiring perkembangan zaman, tradisi ngejalang kini cukup jauh berbeda dengan ngejalang pada zaman dahulu.

Ari berharap tradisi ngejalang dapat terus dilakukan oleh generasi-generasi berikutnya dan tidak hilang seiring zaman yang serba modern. “Di Pesisir salah satu adat budaya leluhur yaitu ngejalang, semoga adat budaya ini tetap terjaga hingga nanti dan tak hilang di telan modernisasi,” pungkas Ari. (nov)

Tidak ada komentar